Monday, 8 October 2012

PEMUDA = AGENT of CHANGE



Jika saya bertanya,apakah masyarakat Indonesia saat ini sudah sejahtera? Maka jawaban yang vokal terdengar di tengah masyarakat adalah “TIDAK”. Ya. Kini masyarakat kita sudah banyak yang sadar akan ketidak adilan yang dilakukan oleh penguasanya. Maka semua golongan masyarakat berlomba-lomba menuntut perubahan ke arah yang lebih  baik.

Perubahan merupakan kata yang kini sering digaung-gaungkan oleh para penganut pemikiran Marxisme. Marx secara terang-terangan telah mengemukakan pandangannya terhadap cara (uslub) yang seharusnya diambil oleh gerakan Komunis dalam melakukan perubahan sosial dan mengubah Kapitalisme. Katanya: "Tidak ada jalan bagi menggantikan Kapitalisme dengan Sosialisme kecuali dengan revolusi."

Ternyata, tidak hanya kaum Sosialis yang kini mengusung perubahan. Ideologi lain pun, Kapitalis dan termasuk Islam pun mengusung perubahan sesuai dengan caranya masing-masing. Lalu, apa kaitannya perubahan dengan pemuda?

Jika kita flash back pada era kemerdekaan Indonesia, maka kita akan menyimpulkan bahwa pemuda adalah agen perubahan. Siapa yang menculik Ir. Soekarno sehingga tercetus proklamasi? Siapa yang berani menggulingkan rezim Soeharto pada tahun 1998? Siapa yang selalu di takuti presiden terkait kebijakan yang dibuatnya? Mereka adalah kaum muda. Pemuda yang intelek yang menginginkan perubahan.
             
Lalu pertanyaan lain muncul. Jika dulu semangat kaum muda berapi-api dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat, tapi mengapa kini seolah semangat itu perlahan-lahan menciut dan berakhir lenyap? Apakah kini idealisme perjuangan pemuda sudah tidak ada lagi? Lalu bagaimana dengan pemuda islam? Akankah bernasib sama dengan pemuda lainnya yang mengalami kemerosotan dalam segala hal? Pemikirannya, moralnya, serta kepedulian terhadap umat.
Sesungguhnya masyarakat manusia hari ini penuh sesak dengan pemuda-pemuda tetapi pemuda-pemuda ini hanyalah yang kosong, hanyut dan terbiar. Pemuda yang tidak berkepribadian. Pemuda yang tidak mempunyai akhlak. Pemuda yang dijadikan tentera oleh kuasa-kuasa jahat dan zalim.
Maka, disinilah perlunya kita berkaca pada zaman Rasulullah. Dimana gambaran seorang pemuda islam yang sejati adalah seorang pemuda yang menggadaikan hidupnya hanya untuk kebaikkan islam. 
Pada hakikatnya usia muda seorang pemuda ialah usia yang penuh dengan cita-cita yang tinggi dan darah yang gemuruh serta idealisme yang luas. Yaitu usia yang memberi pengorbanan. Usia yang menabur jasa, memberi kesan dan emosional.

Dari sini usia muda pemuda dalam perkiraan Islam mempunyai tanggungjawab dan nilai yang khusus dan kerana itu Rasulullah saw menekankan supaya pemuda-pemuda merasa demikian melalui sabdanya:

“Ambillah peluang lima perkara sebelum datangnya lima perkara:- Usia muda kamu sebelum tua, masa sehat sebelum sakit, harta kekayaan kamu sebelum miskin, masa hidup kamu sebelum mati, dan masa kosong kamu sebelum sibuk.”

Sebenarnya, target utama persiapan pemuda-pemuda Islam hari ini ialah untuk melaksanakan tercapainya 'Qawamah' (penguasaan) Islam terhadap masyarakat dan dunia. Ini merupakan tugas para pemuda Islam bagi memindahkan pimpinan umat dari tangan jahiliah ke tangan Islam. Dan juga pemikiran, perundangan dan akhlak jahiliah kepada pemikiran, perundangan dan akhlak Islam.

Amal seperti itu dan apa yang diperlukan olehnya, apa yang berhubung dengannya dan apa yang bercabang darinya atau apa yang dituntut olehnya dan juga tujuan terbesar dari persiapan seorang pemuda Islam tadi, perkara-perkara ini hendaklah dianggap penting oleh para pemuda Islam. Ini adalah wajib dari segi syara' dan itu tidak akan gugur dari tanggungjawab mereka sampaiKalimah Allah lebih tinggi dari kalimah-kalimah orang kafir.

Maka sudah seharusnya kita terus mempersiapkan diri untuk menjungjung tugas mulia ini. Caranya bagimana? Yakni dengan terus memperdalam tsaqofah keislaman kita dan mulai bergerak membuat perubahan dan menyongsong kebangkitan islam yang kedua. Jangan pernah kalah oleh kemelut yang semakin parah dan jangan pernah silau dengan kemilau dunia yang terus menggoda kita. Terus melangkah demi kejayaan isalam. Wallahu ‘alam bi ashowab..