Friday, 5 April 2013

Tabiin Al Khoir

Rasulullah saw bersabda
"Orang yang paling menakjubkan keimanannya adalah mereka yang belum pernah bertemu denganku, belum pernah mendengar suaraku, tapi mereka beriman kepadaku, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang Allah berikan kepada mereka. Sungguh betapa rindunya aku berjumpa dengan mereka". (Tafsir Ad dur Al Mantsur)

Adakah seorang muslim yang tidak merindukan Rasulullah? Saya rasa jawabannya tidak. Semua muslim ingin berjumpa Rasulullah, merindukan Rasulullah, suri tauladan sepanjang masa. Sekarang, jika kita balik, siapa yang Rasul rindukan? Apakah keluarganya? Apakah para sahabatnya? Ternyata tidak, yang Rasul rindukan adalah "mereka yang belum pernah bertemu denganku, belum pernah mendengar suaraku, tapi mereka beriman kepadaku, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang Allah berikan kepada mereka". Siapakah mereka itu?

Sedikit belajar dari sejarah, ternyata dulu di zaman Rasul pun ada seorang hamba Allah yang hidup sezaman dengan Rasul, tapi belum pernah bertemu sekalipun. Ia dijuluki sebagai Tabiin Al Khoir, pengikut yang terbaik, karena meski dia belum pernah bertemu dengan Rasul, dia sangat mencintai Rasul, menjalankan segala perintah dan sunnah-sunnah Rasul. Dialah Rahimullah Uwais Al Qarni, seorang pemuda sederhana dari Yaman. Dia bukanlah berasal dari keluarga yang terpandang, dia hanya seorang pemuda biasa yang kesehari-hariannya berdagang dan mengembala kambing. Dia hidup dengan ibunya yang sudah tua renta dan buta. Maka, seluruh hidupnya dia baktikan hanya untuk ibunya tercinta. Setiap saat ia selalu merindukan Rasul dan ingin berjumpa dengan Rasul, namun dengan keadaan ibunya yang demikian, ia tidak tega untuk meninggalkan ibunya. Hingga suatu hari, sang ibu yang selalu tahu keinginan anaknya untuk bertemu Rasul, mengizikan dia untuk pergi ke Madinah untuk menemui Rasul. Namun sayang, qada Allah berkata lain, sesampainya di Madinah, ternyata Rasul sedang bepergian ke luar Madinah. Uwais pun dengan berat hati kembali ke Yaman untuk membaktikan hidupnya untuk sang Ibu nya lagi.

Saat Rasul kembali ke Madinah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita mengenai Uwais al-Qarni tanpa pernah melihatnya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia seorang penduduk Yaman, daerah Qarn, dan dari kabilah Murad. Ayahnya telah meninggal. Dia hidup bersama ibunya dan dia berbakti kepadanya. Dia pernah terkena penyakit kusta. Dia berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, lalu dia berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, lalu dia diberi kesembuhan, tetapi masih ada bekas sebesar dirham di kedua lengannya. Sungguh, dia adalah pemimpin para tabi’in.”

Itulah kisah Uwais Al Qarni, sang pengikut yang terbaik, Tabiin Al Khoir. Maka, jika kita merefleksikan sabda Rasul yang menjadi pembuka di tulisan ini pada masa sekarang, ternyata kita pun bisa menjadi Uwais Uwais di masa kini. Kita akan menjadi orang yang dirindukan oleh Rasul, jika kita pun bisa seperti Uwais, mengimani kebenaran islam sepenuh hati, dan menjalankan segala perintah dan sunnah-sunnah Rasul meski kita belum prnah bertemu Rasul dan belum pernah mendengar suara Rasul.

Jika kita telaah lebih dalam, wajar ketika Rasul merindukan kita, orang-orang muslim yang hidup jauh dari zaman kenabian. Mengapa? Karena, di zaman sekarang betapa banyak ujian dan rintangan dalam mempertahankan keimanan. Jika dulu para sahabat menemukan suatu permasalahan, mereka dengan mudah bisa langsung mempertanyakan masalah tersebut kepada Rasulullah. Namun sekarang, jika umat muslim menemukan suatu masalah, pada siapa kita bisa mengadu? Seorang Kholifah tidak ada, para ulama sudah meninggalkan aktivitas ijtihadnya. Alhasil, kita harus lebih berusaha untuk bertahan dengan serakungan zaman. Kemudian, ketika kita yang menyuarakan kebenaran di tengah-tengah kekufuran saat ini, tidak ada yang bisa menguatkan diri seperti dulu Rasulullah menguatkan para Sahabatnya. Sungguh, pengorbanan para pejuang islam saat ini sangat luar biasa. Semoga kita termasuk di dalamnya, orang-orang yang selalu terus memperjuangkan tegaknya islam, orang-orang yang selalu Rasul rindukan.

Terakhir, saya tutup dengan sebuah lirik lagu dari The Zikr, "Rasulullah" dan BPM, Rinduku

Rasulullah dalam mengenangmu
Kami susuri lembaran sirahmu
Pahit getir perjuanganmu
Membawa cahaya kebenaran

Engkau taburkan pengorbananmu
Untuk umat mu yang tercinta
Biar terpaksa tempuh derita
Cekalnya hatimu menempuh ranjaunya

Tak terjangkau tinggi pekertimu
Tidak tergambar indahnya akhlak mu
Tidak terbalas segala jasa mu
Sesungguhnya engkau rasul mulia

Tabahnya hatimu menempuh dugaan
Mengajar erti kesabaran
Menjulang panji kemenangan
Terukir nama mu di dalam Al Quran

Rasulullah kami ummatmu
Walau tak pernah melihat wajah mu
Kami cuba mengingatimu
Dan kami cuba mengamalsunnah mu

Kami sambung perjuanganmu
Walau kami dicaci dihina
Tapi kami tak pernah kecewa
Allah dan rasul sebagai pembela 
  ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saat Ku duduk di kesendirian
di Antara Rindu dan Asa
S'lalu Terbayang dalam anganku Senyummu yang lembut dan Tulus
Ku Rindu padamu ya Rosul
Ku Rindu Ada di dekatmu
Inginku Jumpa sekejap saja meski
hanya dalam Mimpi
Allahummasalli ala muhammad ya robbi salli alaihi Wassallim

Thursday, 4 April 2013

Penghargaan Allah terhadap para syuhada'



Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.(At-Taubah :111)

Sungguh saya tak habis pikir, mengapa ada orang yang menyepelekan kekuatan iman? Tidak kah mereka lihat apa yang bisa merubah Mushab bin Umair tatkala mampu melepaskan segala kemewahan dunianya demi mengikuti Rasulnya? Apakah mereka tak pernah mendengar apakah gerangan yang bisa membuat Umar bin Khotob, orang gagah perkasa dari padang pasir sehingga mampu menjadi berkepribadian lembut? Apakah tak pernah terdengarkah pula ditelinganya bagaimana dulu para Sahabat mampu menerobos serangan musuh sehebat apapun demi kejayaan islam? Dan apakah ada yang lebih dahsyat dari penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al-Fatih, panglima islam dengan keimanan yang tiada dua? Dengan iman, umat muslim mampu menguasai 2/3 dunia. Dengan iman ilmuan  muslim mapu mendahului zaman.
Berkaitan dengan ayat diatas, maka sangatlah jelas betapa mahalnya Surga Allah itu. Apakah selama ini kita berpikir cukup hanya dengan sholat 5 waktu saja kita sudah bisa masuk surga? Apakah cukup membeli surga hanya dengan ibadah yang pas-pasan? Ternyata tidak. Allah hanya akan melakukan jual beli dengan hamba-Nya yang memiliki penawaran tinggi. Maka mari kita introsfeksi diri, sudahkah kita mengorbankan segala harta kita demi islam? Sudahkah kita mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan bahkan jiwa kita untuk islam? Jika belum, maka marilah kita sama-sama melayakkan diri untuk dapat melakukan penawaran yang luar biasa dengan Allah. Sungguh, Allah tidak akan mengubah suatu kaum sebelum kaum itu merubah dirinya sendiri. Maka marilah kita berubah ke arah yang lebih baik setiap waktunya. Jangan pernah lelah untuk berjuang. Jangan pernah letih walau tertatih-tatih. Jangan pernah menyerah walau selangkah. Insya Allah kemenangan di depan mata. Jika Allah mau, maka dengan sekejap mata kemenangan itu akan terjadi, hanya saja Allah ingin melihat kita lebih bersabar dan lebih optimal dalam berjuang. Hamasah!! Insya Allah dengan keimanan kita kepada Allah, kita mampu menghalau segala ranjau yang terus datang menghadang.. Insya Allah..


(Catatan di pagi buta..)

RUU Ormas Legalisasi Belenggu Masyarakat




Tanggal 9 April 2013 menjadi hari penentuan nasib organisasi masyarakat yang ada di Indonesia. Pasalnya pada tanggal tersebut pemerintah dan juga DPR RI berencana akan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Organisasi Massa (RUU ORMAS). Sebenarnya, RUU Ormas ini bukan lah RUU yang terbilang baru, karena RUU ini telah digodog sejak tahun 2011. Hanya saja satu hal yang membuat resah semua pihak adalah asas tunggal yang cukup menonjol dalam RUU ini, sehingga hal tersebut mengingatkan kembali pada masa-masa kelam di zaman orde baru.
            Jika kita perhatikan, ada ketimpangan dan keanehan dari RUU Ormas ini. Pertama, adanya aturan yang diskriminatif antara ormas biasa dengan ormas yang merupakan sayap partai. Parpol hanya dikatakan tidak boleh bertentangan dengan pancasila, sedangkan ormas mutlak harus berasaskan pancasila, padahal parpol lebih menentukan kabijakan-kebijakan di pemerintah dibandingkan dengan ormas biasa. Seharusnya yang lebih diikat dengan aturan yang ketat adalah parpol, bukan ormas.
                Kedua, banyak terdapat kata-kata yang multi tafsir dalam draft RUU Ormas tersebut. Misalnya saja larangan pada Pasal 61 (2) a. melakukan tindakan permusuhan terhadap suku, agama, ras dan golongan. … d. melakukan kekerasan, mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, atau merusak fasilitas umum; dan larangan lainnya, apa tolok ukurnya, seperti apa kriterianya, seperti apa tingkatnya, semuanya tidak jelas. Hal ini pada akhirnya bisa dijadikan sebagai pasal karet yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak berselaras dengan ormas. Sehingga bisa dikatakan bahwa RUU ini menjadi bahan legalisasi untuk membelenggu aktivitas masyarakat yang tidak dikehendaki pemerintah.
                Ketiga, RUU ini melarang semua organisasi massa termasuk ormas Islam berkiprah dalam bidang politik. Ormas hanya boleh beraktifitas pada bidang hukum, pemberdayaan perempuan, lingkungan, demokrasi Pancasila, dsb. Jika memang pengecualian ormas berkiprah di politik karena sudah ada parpol, lantas mengapa di bidang hukum diperbolehkan padalah jelas-jelas ada aparat hukum? Mengapa di bidang agama boleh padahal ada Mahkamah Agama dan turunannya? Ini mengindikasikan bahwa pemerintah tidak ingin dikritiki oleh ormas yang selama ini dengan konsisten mengkritisi kelalaian pemerintah.
                Para pembaca yang budiman, marilah kita tengok di masa kelam lalu. Banyak korban dari kegagalan RUU Ormas di masa lalu. Tidak hilang dari ingatan kita tragedi Tanjung Priok serta tragedi berdarah lainnya. Lantas mengapa kini kita munculkan lagi? Hanya satu yang harus kita lakukan, TOLAK RUU ORMAS, karena ini adalah alat pemerintah untuk membelenggu gerak masyarakat dalam meluruskan kedzaliman pemerintah.
Wallâh a’lam bi ash-shawâb

Tuesday, 2 April 2013

SBP 2013: Ironi Kekerasan Terhadap Perempuan, Masihkan Demokrasi sebagai Solusi?

Latar Belakang:


Komnas Perempuan mencatat dalam waktu 13 tahun terakhir kasus kekerasan seksual berjumlah 93.960 kasus dari total 400.939 kasus kekerasan yang dilaporkan. Artinya, setiap hari ada 20 perempuan menjadi korban kekerasan seksual. Dan setiap tahunnya jumlah kekerasan seksual pada perempuan meningkat, data dari tahun 2007-2012 menunjukkan bahwa jumlah kasus kekerasan seksual naik 200% (komnasperempuan.or.id).

Menurut Ketua presidium IPW Neta S Pane, dari kasus 2013, jumlah korban ada 29 orang, sementara pelakunya 45 orang. Itu menandakan tindak kejahatan seksual sudah bersifat makin masif dan makin brutal. Selain itu, kasus perkosaan juga makin parah. Sebagian besar korban masih belia. Dari 29 korban itu, 23 orang masih berusia dibawah 16 tahun, 6 orang berusia 17-30 tahun. Pelakunya, dari 45 pelaku, 32 orang berusia 14-39 tahun, 12 orang berusia 40-70 tahun dan 1 orang diatas 70 tahun. Sementara lokasinya, sebagian besar (21 kasus) terjadi di rumah korban dan 6 kasus di jalanan (Republika, 29/1/2013).

Tak kalah menghebohkan sebuah kasus pemerkosaan massal di Delhi terjadi pada penghujung tahun 2012. Seorang pelajar magang fisioterapi perempuan dipukuli dan diperkosa sekelompok orang di Delhi, India pada tanggal 16 Desember 2012, dan meninggal tiga belas hari kemudian saat menjalani perawatan gawat darurat lanjutan di Singapura karena kerusakan otak dan pencernaan akibat serangan yang terjadi. Keenam orang tersebut, yang termasuk si pengemudi, telah ditangkap dan didakwa atas serangan yang telah dilakukan itu.

Kasus kekerasan terhadap perempuan hampit terjadi di seluruh dunia, saat ini di AS, setiap harinya ada 3 perempuan meninggal di tangan suami, pasangan, atau mantan pasangan mereka, 1 dari 5 perempuan telah menjadi korban pemerkosaan atau percobaan pemerkosaan, dan 1 dari 4 anak perempuan dicabuli sebelum usia 18 tahun. Negara-negara liberal kapitalis lainnya bergulat dengan tingkat permasalahan yang sama. India misalnya, telah menjadi salah satu negara yang populer dengan angka pemerkosaan yang tinggi di dunia. Sementara negara-negara barat di Eropa menunjukkan bahwa 1 dari 4 perempuan mereka telah mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Di Inggris, Home Office mengungkapkan data statistik yang mencengangkan pada bulan Januari 2013 lalu bahwa setidaknya seorang perempuan diperkosa setiap 6 menit sekali di UK.
Ada berbagai macam analisis untuk mencari penyebab kekerasan terhadap perempuan, apalagi tren ini dari tahun ke tahun kasusnya terus meningkat. Pemicu kekerasan terhadap perempuan bisa faktor ekonomi, pendidikan yang rendah atau faktor sosial. Faktor sosial ini berkaitan dengan budaya masyarakat kita kalau melihat permasalahan yang terjadi di Indonesia. Hal ini juga di tuturkan oleh Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Saya juga masih melihat kuatnya struktur masyarakat kita yang masih patrialis bahwa budaya kita mengatakan kalau anak laki-laki itu harus diutamakan dari anak perempuan,” tuturnya saat berbincang secara eksklusif dengan Okezone di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (21/12/2012).

Faktor ekonomi dan pendididkan yang rendah pun sering menjadi pemicu lahirnya tindak kekerasan terhadap perempuan. Asumsi-asumsi penyebab kekerasan terhadap perempuan ini pun melahirkan berbagai solusi yang di tawarkan baik itu oleh pemerintah atau pun LSM-LSM perempuan. Kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, kebebasan perempuan, keterlibatan perempuan di ranah politik dan pemberdayaan ekonomi perempuan adalah konsep yang sering di tawarkan pemangku kebijakan negeri ini untuk menuntaskan permasalahan kekerasan terhadap perempuan. Apakah solusi-solusi ini akan mengantarkan kepada penyelesaian masalah secara tuntas?atau malah menambah permasalahan baru?

Akhirnya, kondisi tersebut mendorong Keputrian DKM Universitas Padjadjarann menyelenggarakan acara Sehari Bersama Perempuan 2012 untuk mengangkat wacana “Ironi Kekerasan Terhadap Perempuan, Masihkah Kebebasan Perempuan Menjadi Solusi?” dalam sebuah acara yang dikemas khusus untuk muslimah. Acara yang akan diselenggarakan ini  diharapkan dapat turut memberikan kontribusi yang signifikan bagi kehidupan bermasyarakat. Selain itu, hal yang paling mendasar ialah karena Islam sebagai pedoman hidup yang sempurna bagi manusia memiliki solusi atas setiap persoalan hidup manusia, termasuk permasalahan politik yang berkembang saat ini.
sabda Nabi SAW:

))إنما النساء شقائق الرجال ما أكرمهن إلا كريم وما أهانهن إلا لئيم((
Perempuan adalah saudara kandung para lelaki, tidak akan memuliakannya kecuali lelaki yang mulia dan tidak akan menghinakannya kecuali lelaki yang hina.”