Monday, 21 April 2014

Melipat Baju


Pagi itu Resa sedang asyik menonton kartun kesukaannya. Biasa, jika hari minggu tiba, sejak pagi hingga siang hari gadis berumur 10 tahun itu sudah siap-siap di depan TV. Banyak sekali kartun favoritnya yang akan tayang. Mulai dari Doraemon sampai Dragon Ball, semua ia suka. Jika saluran yang satu sedang iklan, maka ia dengan cepat akan beralih ke saluran yang lain untuk mencari kartun lainnya. Begitu seterusnya.

Namun, hari ini sepertinya ia tak mungkin menonton sesukanya. Ada banyak sekali tugas rumah yang menantinya. Menyapu rumah, menyapu halaman, mengepel lantai, membersihkan kaca jendela, mencuci piring, menjemur baju dan membantu nenek memasak. 
 
“Resa! Jangan malas! Ayo beres-beres dulu rumah!” Kata pamannya sambil menekan tombol off di TV.

Thursday, 17 April 2014

Sukses, Milik Setiap Orang





            Jika kita menelusuri latar belakang orang-orang sukses di dunia, maka tidak sedikit dari mereka yang dulu kemampuannya diragukan orang. Sebut saja Einstein. Tak disangka, ternyata semasa kecil bapak Fisika modern ini memiliki kesulitan dalam mengeja dan menulis, atau biasa dikenal dengan penyakit dyslexia. Alexander Graham Bell (penemu telepon) dan Walt Disney (bapak animasi dunia) memiliki learning disability. Thomas Alfa Edison penemu lampu pijar dan James Watt sang  master mesin uap pun semasa kecilnya harus belajar di rumah bersama ibunya karena memiliki kemampuan lemah dalam belajar. Bahkan Edison sempat terancam tuli akibat kecelakaan yang menimpanya. Kesemuanya itu adalah beberapa contoh tokoh yang kemampuannya diragukan orang namun kini menjadi tokoh terkemuka di seantero dunia.

Friday, 4 April 2014

Kamera dengan Sensor Kedipan Mata

sumber foto: http://bebibluu.blogspot.com/2011/05/teknologi-lensa-mata-yang-berfungsi.html

Sejak kecil saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Semenjak semester awal masuk kuliah, hobi saya ini disalurkan lewat blog yang kawan baca ini. Memang tidak rutin, tapi cukup memberikan kepuasan tersendiri jika sudah menyempatkan untuk menulis. Biasanya salah satu topik tulisannya saya ambil dari pengalaman dan kejadian yang saya alami sendiri. Lampiran berupa foto sangat membantu dalam menggambarkan maksud dari sebuah tulisan. Makanya, saya ngebet pengen punya kamera, bukan cuma buat penelitian, tapi untuk mengabadikan momen-momen yang saya anggap menarik dan penting. 

Setelah saya punya fungsi kamera di smartphone saya, ternyata masih saja ada kendala. Memang manusia, ada saja keinginan lebihnya. hehe . Jadi, setelah saya pun punya kamera di hp saya, saya tidak bisa mengabadikan momen yang saya anggap bagus itu dengan mudah. Contohnya, saya sering kali melihat berbagai tipe pengamen dan tertarik untuk menuliskannya. Namun selalu tidak sempat atau lebih tepatnya malu untuk mengabadikannya di hp saya. Saya pikir, orang akan berpikiran "Ih kampungan banget ya, yang gitu aja di fotoin" haha. Yang tampilannya kayak jurnalistik atau kameramen sih enak, orang pasti ngerti kenapa mereka foto-foto sesuka hati, lah saya kan tampang biasa saja, jadinya kayaknya bakal dianggap aneh. Sempet juga saya lihat kejadian lucu di angkot, ya tapi masa iya saya fotoin kejadian itu? kan aneh, malu lebih tepatnya, hehehe.