Thursday, 25 December 2014

Ketika Media Mementingkan Rating Semata

Sumber: Google


Dalam sepekan terakhir ini beredar pemberitaan mengenai video parodi siswa SD bernyanyi dalam rangka mengkritik media pertelevisian Indonesia. Video pertama dinyanyikan oleh anak-anak usia SD dan video yang ke dua dinyanyikan oleh orang-orang dewasa yang berpura-pura sebagai anak SD.

Dalam video yang pertama berjudul “TV, Jasamu Tiada..” lebih menekankan pada efek pergaulan bebas yang dirasakan remaja bahkan anak-anak Indonesia karena TV. Lirik yang dinyanyikan merukpakan pkesetan dari lagu “Jasamu Guru”. Adapun lirik plesetan untuk video yang pertma ini adalah:

"Kita jadi bisa pacaran dan ciuman, karna siapa?  
Kita jadi tau masalah artis cerai, karena siapa?
Kita bisa dandan dibimbing TV  
Kita jadi lebay dibimbing TV
TV Pemerintah membuat gelap gulita  
Jasamu tiada...........!
Gimana mau maju, nontonnya itu!"

Friday, 19 December 2014

Potret Buram Pendidikan Indonesia

Sumber: Google

Pendidikan kerap menjadi polemik di negeri katulistiwa ini. Betapa tidak, sudah 69 tahun negeri ini ‘merdeka’, namun tak ada perubahan signifikan dalam dunia penididikan kita. Setiap tahun ada saja kebijakan yang berubah. Bak kelinci percobaan, para pelajar dicocoki dengan berbagai kebijakan yang kabur, tak memiliki tujuan jelas. Misalnya saja kita tilik kurikulum pendidikan di Indonesia yang sering berubah setiap ada pergantian Menteri Pendidikan. Perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, 2012 dan yang terbaru 2013. Tak heran jika mutu pendidikan Indonesia hingga kini belum memenuhi standar mutu yang jelas dan banyak memiliki ketertinggalan dibandingkan negara lainnya.

Menurut versi Pearson, perusahaan pendidikan dan penerbitan yang berbasis di London, dari 40 negara yang memiliki kategori pendidikan terbaik di dunia Indonesia menempati posisi terbawah. Laporan dibuat berdasarkan penggabungan hasil tes internasional serta data pendidikan milik Learning Curve Data Bank (LCDB) yang dikompilasi sejak tahun 2012 hingga awal tahun 2014. Data yang dikumpulkan tersebut mencakup indikator dan perkembangan setiap negara yang terdiri dari hasil tes interasional seperti ternational Reading Literacy Study (PIRLS), Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS), Programme for International Student Assessment (PISA), serta Programme for the International Assessment of Adult Competencies (PIAAC).