Monday, 28 September 2015

Selamatkan Ekonomi Indonesia dengan Syari’at

Sumber: Google



Rupiah kian kehilangan identitasnya. Kurs Rupiah/US$ pada tanggal 7 September merosot 94 poin menjadi Rp 14.266 per Dolar AS. Tidak hanya Rupiah, mata uang Asia seperti Rupee India, Ringgit Malaysia dan Peso Filipina pun melemah dengan tingkat pelemahan yang bervariasi. Salah satu solusi yang ditawarkan pemerintah terhadap melemahnya Rupiah adalah pemerintah akan memberikan fasilitas keringanan pembayaran pajak (tax allowance) bagi perusahaan yang menginvestasikan kembali dividennya di Indonesia, menciptakan lapangan kerja, berorientasi ekspor, tingkat kandungan lokalnya tinggi, serta melakukan riset dan pengembangan.  Pemerintah  merestrukturisasi dan merevitalisasi industri reasuransi domestik dengan menggabungkan dua perusahaan reasuransi milik negara menjadi sebuah perusahaan reasuransi nasional. Sayangnya meski pemerintah telah berupaya memberikan ‘solusi’, dampak negatif bagi Indonesia tidak mampu terbendung. Setidaknya ada empat dampak atas melemahnya rupiah terhadap dolar.

Pertama, daya beli masyarakat semakin menurun. Kementrian Perdagangan mendata ada 1.151 item barang impor yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia. Hal ini mengakibatkan harga barang-barang impor menjadi lenih mahal. Barang-barang tersebut seperti pangan dan barang-barang elektronik. 

Sunday, 19 April 2015

Smart and Fun with Physic

Hal yang tidak luput ditanyakan orang kepada saya ketika masih duduk di bangku kuliah adalah “Di jurusan apa kamu kuliah?” Tentu saja saya jawab, saya kuliah di jurusan fisika. Berbagai tanggapan terlontar dari mereka, ada yang mengatakan, “Kamu hebat!”, “Wiih, keren!”, tapi lebih sering mereka balik bertanya “Kok bisa, sih, ambil jurusan fisika? Fisika kan sulit?” atau tidak jarang mereka pun berkata, “Kamu gak normal!”. Begitulah tanggapan kebanyakan orang terhadap fisika. Mereka menganggap fisika adalah pelajaran tersulit yang pernah ada, fisika menakutkan, fisika angker, fisika diciptakan hanya untuk orang-orang sekelas Einstein dan tanggapan negatif lainnya.

Fisika adalah bagian dari ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tentang kejadian-kejadian alam semesta. Ilmu fisika begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari setiap manusia. Ketika seseorang menyeduh secangkir teh hangat di pagi hari, kemudian selang sepuluh menit dia membaca koran dia dapati teh nya menjadi dingin, itulah kejadian fisika, perubahan temperatur akibat adanya konveksi oleh udara di sekitar cangkir teh. Ketika seseorang merasa lebih mudah mendorong sebuah sofa yang dilengkapi dengan roda kecil di bawahnya dibandingkan dengan mendorong lemari yang tidak dilengkapi roda di bawahnya, itu lah fisika, gaya gesek yang kecil antar dua permukaan menyebabkan gaya yang dikeluarkan lebih kecil. Tidak hanya itu, kecanggihan berbagai teknologi yang sekarang dirasakan merupakan produk dari ilmu fisika. Seharusnya keadaan tersebut menjadikan fisika lebih mudah difahami setiap orang dibandingkan ilmu lainnya.

Tuesday, 20 January 2015

Penyudutan Islam Melalui King Suleiman (Abad Kejayaan)



            Sejak bulan desember 2014, film King Suleiman (Abad Kejayaan) yang ditayangkan oleh salah satu TV swasta Indonesia itu, telah banyak mendapatkan gugatan dari masyarakat terutama netizen. Film yang menceritakan Kerajaan Ottoman itu dinilai telah mendistorsi sejarah Islam, merendahkan wanita Islam, dan melecehkan para Khalifah. Ketua Umum Korps Muballigh Jakarta (KMJ) KH Muhammad Shobari dan Sekretaris Umum KMJ Miftah Mahfud menilai tayangan tersebut menceritakan Sultan Sulaiman Al-Qanuni yang digambarkan sebagai sosok yang cabul, angkuh, dan jauh dari nilai-nilai Islami. Ini menyakiti ummat Islam sebagai mayoritas penduduk Indonesia. Tidak hanya itu, sang Sultan digambarkan sebagai seorang yang haus perempuan dan sedikit arogan. Namun pada faktanya sejarah mencatat bahwa Sultan Sulaiman Qanuni (Pemberi Hukum) menjadi peletak dasar-dasar hukum Islam yang dijadikan undang-undang kenegaraan yang kemudian diterapkan selama lebih dari 300 tahun. Berbeda jauh dengan penggambaran dalam film yang diproduksi.

Neil Tobing, Sekretaris Perusahaan PT Visi Media Asia Tbk (Viva) menuturkan bahwa film King Suleiman sudah melalui sensor yang sangat ketat. Jika masyarakat menghujat film tersebut karena alasan mengandung unsur porngrafi, maka alasan itu bisa dipatahkan. Adapun jika alasan penghujatan tersebut karena dianggap sebagai penyeleweng sejarah islam, Coorporate Communications Manager ANTV, Nugroho Agung Prasetyo, mengatakan bahwa film tersebut merupakan tayangan drama yang terinspirasi dari sejarah yang berlatar belakang kerajaan Ottoman namun tetap murni fiksi. Jadi seharusnya tidak ada masyarakat islam yang tersinggung, karena film tersebut bukan penyelewengan sejarah, tapi hanya cerita fiktif belaka.